Rabu, 18 Desember 2013

Hari Guru Sebagai Refleksi Upaya Perjuangan Mencerdaskan Putra Putri Bangsa



Hari Guru Sebagai Refleksi Upaya Perjuangan Mencerdaskan Putra Putri Bangsa

Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November setiap tahunnya seharusnya menjadi hari perenungan dimana kiprah guru yang luar biasa dapat menciptakan manusia-manusia hebat di belahan dunia manapun. Guru adalah bagian dari rahasia kesuksesan dibalik profesi-profesi hebat dan kesuksesan orang-orang yang luar biasa pada zaman ini. Tidak ada orang hebat yang dihasilkan tanpa melalui ilmu dan pendidikan, baik formal maupun non formal.
Hari Guru bukan hanya sekedar perayaan untuk mengingat dan merayakan dimana organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pertama kali disepakati menjadi hari nasional, tetapi sebaiknya hari guru adalah hari dimana seharusnya menjadi perenungan bagi seluruh calon guru maupun guru dan seluruh tenaga pendidik, tentang bagaimana pendidikan yang telah dihasilkan selama perjalanan ini, apa yang telah dihasilkan, bagaimana kualitas pendidikan hingga saat ini, bagaimana peranan pendidikan dalam upaya memajukan bangsa Indonesia ini.
Sejarah bangsa Indonesia tentang pendidikan sangatlah panjang, para pahlawanpun telah banyak berjasa dalam memajukan pendidikan dari masa ke masa hingga sampai di titik ini. Era yang katanya modern, gelar dicapai setinggi-tingginya, dari ahli muda, sarjana, master, doktor, insinyur hingga profesor dapat dicapai tetapi ada segelintir dari mereka yg telah memiliki gelar tersebut tanpa kita tahu kualitasny, melainkan hanya sebagai sebuah formalitas saja. Guru, Dosen dan semua tenaga pengajar tidak hanya memiliki kewajiban untuk mentransfer ilmu saja dan membuat siswa menjadi pandai dan berprestasi, mereka dituntut untuk membangun karakter calon-calon generasi penerus yang akan memajukan bangsa ini agar memiliki karakter yang berbudi luhur, bijaksana dan  baik.
Hari Guru Nasional yang diperingati belum lama ini, yaitu 25 November 2013 lalu adalah hari Guru Nasinal ke 68 yang bertepatan dengan usia kemerdekaan bangsa Indonesia juga, karena pendidikan dirasa sangat menunjang dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia maka pada 25 November ditetapkanlah sebagai hari PGRI/ Guru Nasional yang diperingati setiap tahunnya, dan seharusnya menjadi  refleksi telah sampai di titik manakah upaya guru dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, apakah telah sepadan antara kesejahteraan yang telah pemerintah berikan kepada guru dan tenaga pengajar dengan apa yang telah dihasilkannya?
Perjalanan yang panjang, usia ke 68 tahun hari Guru Nasional adalah upaya yang dirasa telah cukup matang dalam proses pembenahan terhadap pendidikan Indonesia. Bukan hanya dari pihak tenaga pengajarnya saja yang perlu dibenahi, pembenahan juga harus diditinjau dari berbagai aspek yang terkait baik dalam pelaksanaan maupun pengawasannya di lapangan.
Tetapi di sisi lain Guru hanya sebagai alat Tuhan untuk menuntun manusia dalam bertingkahlaku dan berimu pengetahuan, Guru yang kompeten akan menghasilkan lulusan yang  bekualitas, tetapi guru bukan dewa yang selalu benar dan murid/siswa bukanlah kerbau yang hanya menurut perintah gurunya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar