Hari
Guru Sebagai Refleksi Upaya Perjuangan Mencerdaskan Putra Putri Bangsa
Hari
Guru Nasional yang jatuh pada 25 November setiap tahunnya seharusnya menjadi
hari perenungan dimana kiprah guru yang luar biasa dapat menciptakan
manusia-manusia hebat di belahan dunia manapun. Guru adalah bagian dari rahasia
kesuksesan dibalik profesi-profesi hebat dan kesuksesan orang-orang yang luar
biasa pada zaman ini. Tidak ada orang hebat yang dihasilkan tanpa melalui ilmu
dan pendidikan, baik formal maupun non formal.
Hari
Guru bukan hanya sekedar perayaan untuk mengingat dan merayakan dimana
organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pertama kali disepakati
menjadi hari nasional, tetapi sebaiknya hari guru adalah hari dimana seharusnya
menjadi perenungan bagi seluruh calon guru maupun guru dan seluruh tenaga
pendidik, tentang bagaimana pendidikan yang telah dihasilkan selama perjalanan
ini, apa yang telah dihasilkan, bagaimana kualitas pendidikan hingga saat ini,
bagaimana peranan pendidikan dalam upaya memajukan bangsa Indonesia ini.
Sejarah
bangsa Indonesia tentang pendidikan sangatlah panjang, para pahlawanpun telah
banyak berjasa dalam memajukan pendidikan dari masa ke masa hingga sampai di
titik ini. Era yang katanya modern,
gelar dicapai setinggi-tingginya, dari ahli muda, sarjana, master, doktor,
insinyur hingga profesor dapat dicapai tetapi ada segelintir dari mereka yg
telah memiliki gelar tersebut tanpa kita tahu kualitasny, melainkan hanya
sebagai sebuah formalitas saja. Guru, Dosen dan semua tenaga pengajar tidak
hanya memiliki kewajiban untuk mentransfer ilmu saja dan membuat siswa menjadi
pandai dan berprestasi, mereka dituntut untuk membangun karakter calon-calon
generasi penerus yang akan memajukan bangsa ini agar memiliki karakter yang
berbudi luhur, bijaksana dan baik.
Hari
Guru Nasional yang diperingati belum lama ini, yaitu 25 November 2013 lalu
adalah hari Guru Nasinal ke 68 yang bertepatan dengan usia kemerdekaan bangsa
Indonesia juga, karena pendidikan dirasa sangat menunjang dalam upaya meningkatkan
Sumber Daya Manusia maka pada 25 November ditetapkanlah sebagai hari PGRI/ Guru
Nasional yang diperingati setiap tahunnya, dan seharusnya menjadi refleksi telah sampai di titik manakah upaya
guru dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, apakah telah sepadan
antara kesejahteraan yang telah pemerintah berikan kepada guru dan tenaga
pengajar dengan apa yang telah dihasilkannya?
Perjalanan
yang panjang, usia ke 68 tahun hari Guru Nasional adalah upaya yang dirasa
telah cukup matang dalam proses pembenahan terhadap pendidikan Indonesia. Bukan
hanya dari pihak tenaga pengajarnya saja yang perlu dibenahi, pembenahan juga
harus diditinjau dari berbagai aspek yang terkait baik dalam pelaksanaan maupun
pengawasannya di lapangan.
Tetapi
di sisi lain Guru hanya sebagai alat Tuhan untuk menuntun manusia dalam
bertingkahlaku dan berimu pengetahuan, Guru yang kompeten akan menghasilkan
lulusan yang bekualitas, tetapi guru
bukan dewa yang selalu benar dan murid/siswa bukanlah kerbau yang hanya menurut
perintah gurunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar