Rabu, 18 Desember 2013

LAPORAN KUNJUNGAN MUSEUM GEOSPASIAL PARANGTRITIS



Laporan

PENELITIAN GEOSPASIAL PESISIR PANTAI PARANGTRITIS KABUPATEN BANTUL

Di susun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Sosial 1

 

Di susun oleh :

DYAH DWI FEBRIANTINA

12144600098

A3-12

PRORAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2013

PROSES TERBENTUKNYA GUMUK PASIR

1.      Gunung merapi yang bererupsi atau mengeluarkan material vulkanik, material tersebut berupa awan panas beserta debu, pasir, lahar panas, lahar dingin, dan batu-batuan, mengalir ke sungai-sungai yang berhulu di merapi, seperti; Sungai Bedog, Sungai Boyong, Sungai Opak, Sungai Gendol dll. Sungai-sungai yang membawa material vulkanik berkumpul membentuk suatu daerah aliran sungai dan menuju ke muara Opak.

2.      Sesampainya di muara Opak, Material Vulkanik dihantam ombak laut selatan yang menggerus pasir menjadi butiran pasir halus, deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran sangat halus, berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangkan oleh angin dengan kecepatan 2 m/s.

3.      Aktivitas ombak dalam pembentukan gumuk pasir tidak terhenti sampai disini saja , pasir halus yang sudah terbentuk tadi kemudian diendapkan menuju ke tepi pantai. Sesampainya ditepi pantai, pasir yang basah tersebut mengalami pengeringan secara terus menerus oleh matahari , pasir yang kering terbawa tiupan angin menuju ke daratan.

4.      Pasir yang terbawa angin mengendap di daratan secara terus menerus. Endapan semakin banyak dan berkembang menjadi gundukan-gundukan pasir, yang disebut gumuk pasir atau bukit pasir.

Gumuk pasir memiliki cirri khas sesuai arah hembusan angin. Adanya bukit karst yang terletak di sebelah timur Pantai Parangtritis menyebabkan hembusan angin dari arah tenggara lebih kuat, sehingga pola gumuk pasir menghadap ke arah tenggara. 

BENTUK-BENTUK GUMUK PASIR

a.       Gumuk pasir tipe sabit (Barchans)

Terbentuk pada daerah yang terbuka atau tidak  memiliki barrier, besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibanding kemiringan yang membelakangi angin.

b.      Gumuk pasir melintang (transverse)

Terbentuk pada daerah tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasir, serta gumuk pasir menyerupai ombak dengan arah tegak lurus terhadap angin.

c.       Gumuk pasir parabolic

Yaitu kemiringan lereng yang menghadap arah angin lebih curam, akibat banyak penghalang seperti pepohonan

d.      Gumuk pasir memanjang (longitudinal)

Yaitu gumuk pasir yang berbentuk lurus sejajar dengan arah angin. Gumuk pasir ini berkembang kerena berubahnya arah angin dan terdapat celah diantara bentukan umuk pasir awal.

SYARAT-SYARAT TERJADINYA GUMUK PASIR

1.      Pantai landai

2.      Tersedia pasir sebagai pemasok material

3.      Gelombang mampu menghempaskan pasir ke darat

4.      Arus sepanjang pantai kuat, beda air pasang dan surut cukup besar

5.      Adanya perbedaan tegas antara musim kemarau dengan musim hujan

Pengertian Gumuk Pasir

Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin.Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).

Gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun.

Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi.Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune).

Secara global gumuk pasir merupakan bentuklahan bentukan asal proses angin (aeolian). Bentuklahan bentukan asal proses ini dapat berkembang dengan baik apabila terpenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Tersedia material berukuran pasir halus hingga kasar dalam jumlah yang banyak.

  2. Adanya periode kering yang panjang dan tegas.

  3. Adanya angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan pasir tersebut.

  4. Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun obyek lain.

5.      Secara garis besar, ada dua tipe gumuk pasir, yaitu free dunes (terbentuk tanpa adanya suatu penghalang) dan impedeed Dunes (yang terbentuk karena adanya suatu penghalang.Beberapa tipe gumuk pasir:

Gumuk pasir ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak memiliki barrier.Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin, sehingga apabila dibuat penampang melintang tidak simetri.Ketinggian gumuk pasir barchan umumnya antara 5 – 15 meter. Gumuk pasir ini merupakan perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin.

1.      Gumuk Pasir Melintang (transverse dune)

Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasirnya.Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin. Awalnya, gumuk pasir ini mungkin hanya beberapa saja, kemudian karena proses eolin yang terus menerus maka terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni. Gumuk pasir ini akan berkembang menjadi bulan sabit apabila pasokan pasirnya berkurang.

2.      Gumuk Pasir Parabolik

Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya berhadapan dengan datangnya angin.Awalnya, mungkin gumuk pasir ini berbentuk sebuah bukit dan melintang, tetapi karena pasokan pasirnya berkurang maka gumuk pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang menghadap ke arah angin curam.

3.      Gumuk Pasir Memanjang (linear dune)

Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut searah dengan gerakan angin.Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.

4.      Gumuk Pasir Bintang (star dune)

Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai hasil kerja angin dengan berbagai arah yang bertumbukan. Bentukan awalnya merupakan sebuah bukit dan disekelilingnya berbentuk dataran, sehingga proses eolin pertama kali akan terfokuskan pada bukit ini dengan tenaga angin yang datang dari berbagai sudut sehingga akan terbentuk bentuklahan baru seperti bintang. Bentuk seperti ini akan hilang setelah terbentuknya bentukan baru disekitarnya.

5. Tipe Impedeed Dunes

a)      Blowout

Bentuk : Terdapat penutup lahan (misal : vegetasi) disekitar cekungan. Terbentuk karena deflasi local.
b) Echo dunes

b)      Bagian tepi yang memanjang, terpisah dari topografi penghalang.Proses pembentukan : akumulasi pada zone perputaran aliran angin karena zone penghalang.

Aspek spatial (keruangan) Gumuk Pasir Parangtritis

Seperti telah kita ketahui sebelumnya, bahwa gumuk pasir atau sand dune adalah bentukan yang terbentuk oleh akitivitas angin (eolin). Angin yang membawa pasir dan kemudian mengendapkannya akan membentuk berbagai macam tipe bentuk gumuk pasir. Pada umumnya, gumuk pasir terbentuk pada daerah gurun, namun uniknya di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki bentukan gumuk pasir tersebut.Oleh karena itu, gumuk pasir yang terdapat di pantai selatan Jawa tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Terbentuknya gumuk pasir di pantai selatan tersebut merupakan hasil proses yang dipengaruhi oleh angin, Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Progo.

Pengaruh dari Gunung Merapi

Material yang ada pada gumuk pasir di pantai selatan Jawa berasal dari Gunung Api Merapi dan gunung gunung api aktif lain yang ada di sekitarnya. Material berupa pasir dan material piroklastik lain yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Akibat proses erosi dan gerak massa bautan, material kemudian terbawa oleh aliran sungai, misalnya pada  Kali Krasak, Kali Gendol, dan Kali Suci. Aliran sungai kemudian mengalirkan material tersebut hingga ke pantai selatan.

Pengaruh angin

Kekuatan angin sangat berpengaruh terhadap pembentukan gumuk pasir, karena kekuatan angin menentukan kemampuannya untuk membawa material yang berupa pasir baik melalui menggelinding (rolling), merayap, melompat, maupun terbang. Karena adanya material pasir dalam jumlah banyak serta kekuatan angin yang besar, maka pasir akan membentuk berbagai tipe gumuk pasir, baik free dunes maupun impended dunes. .Pada pantai selatan jawa, angin bertiup dari arah tenggara, hal ini menyebabkan sungai-sungai pada pantai selatan membelok ke arah kiri jika dilihat dari Samudra Hindia.Selain itu, karena arah tiupan angin tersebut, maka gumuk pasir yang terbentuk menghadap ke arah datangnya angin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar