Laporan
PENELITIAN GEOSPASIAL PESISIR PANTAI PARANGTRITIS
KABUPATEN BANTUL
Di susun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu
Pengetahuan Sosial 1
Di susun oleh :
DYAH DWI FEBRIANTINA
12144600098
A3-12
PRORAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI YOGYAKARTA
2013
PROSES TERBENTUKNYA GUMUK PASIR
1. Gunung
merapi yang bererupsi atau mengeluarkan material vulkanik, material tersebut
berupa awan panas beserta debu, pasir, lahar panas, lahar dingin, dan
batu-batuan, mengalir ke sungai-sungai yang berhulu di merapi, seperti; Sungai
Bedog, Sungai Boyong, Sungai Opak, Sungai Gendol dll. Sungai-sungai yang
membawa material vulkanik berkumpul membentuk suatu daerah aliran sungai dan
menuju ke muara Opak.
2. Sesampainya
di muara Opak, Material Vulkanik dihantam ombak laut selatan yang menggerus
pasir menjadi butiran pasir halus, deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi
butiran sangat halus, berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangkan oleh
angin dengan kecepatan 2 m/s.
3. Aktivitas
ombak dalam pembentukan gumuk pasir tidak terhenti sampai disini saja , pasir
halus yang sudah terbentuk tadi kemudian diendapkan menuju ke tepi pantai.
Sesampainya ditepi pantai, pasir yang basah tersebut mengalami pengeringan
secara terus menerus oleh matahari , pasir yang kering terbawa tiupan angin
menuju ke daratan.
4. Pasir
yang terbawa angin mengendap di daratan secara terus menerus. Endapan semakin
banyak dan berkembang menjadi gundukan-gundukan pasir, yang disebut gumuk pasir
atau bukit pasir.
Gumuk
pasir memiliki cirri khas sesuai arah hembusan angin. Adanya bukit karst yang
terletak di sebelah timur Pantai Parangtritis menyebabkan hembusan angin dari
arah tenggara lebih kuat, sehingga pola gumuk pasir menghadap ke arah tenggara.
BENTUK-BENTUK GUMUK PASIR
a.
Gumuk pasir tipe sabit
(Barchans)
Terbentuk
pada daerah yang terbuka atau tidak
memiliki barrier, besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin
lebih landai dibanding kemiringan yang membelakangi angin.
b.
Gumuk pasir melintang
(transverse)
Terbentuk
pada daerah tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasir, serta gumuk pasir
menyerupai ombak dengan arah tegak lurus terhadap angin.
c. Gumuk
pasir parabolic
Yaitu
kemiringan lereng yang menghadap arah angin lebih curam, akibat banyak
penghalang seperti pepohonan
d. Gumuk
pasir memanjang (longitudinal)
Yaitu
gumuk pasir yang berbentuk lurus sejajar dengan arah angin. Gumuk pasir ini
berkembang kerena berubahnya arah angin dan terdapat celah diantara bentukan
umuk pasir awal.
SYARAT-SYARAT TERJADINYA GUMUK PASIR
1. Pantai
landai
2. Tersedia
pasir sebagai pemasok material
3. Gelombang
mampu menghempaskan pasir ke darat
4. Arus
sepanjang pantai kuat, beda air pasang dan surut cukup besar
5. Adanya
perbedaan tegas antara musim kemarau dengan musim hujan
Pengertian Gumuk Pasir
Gumuk pasir
adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin.Gumuk pasir
dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama,
kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran
pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk
di daerah arid (kering).
Gumuk pasir
cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi
oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini
karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk
pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun.
Bentuk gumuk
pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir
pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi.Bentuk gumuk pasir pokok
yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan),
parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune).
Secara global
gumuk pasir merupakan bentuklahan bentukan asal proses angin (aeolian).
Bentuklahan bentukan asal proses ini dapat berkembang dengan baik apabila
terpenuhi persyaratan sebagai berikut :
Tersedia material berukuran pasir halus hingga
kasar dalam jumlah yang banyak.
Adanya periode kering yang panjang dan tegas.
Adanya angin yang mampu mengangkut dan
mengendapkan bahan pasir tersebut.
Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh
vegetasi maupun obyek lain.
5.
Secara garis besar, ada dua tipe gumuk pasir, yaitu
free dunes (terbentuk tanpa adanya suatu penghalang) dan impedeed Dunes (yang
terbentuk karena adanya suatu penghalang.Beberapa tipe gumuk pasir:
Gumuk pasir
ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak
memiliki barrier.Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih
landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin,
sehingga apabila dibuat penampang melintang tidak simetri.Ketinggian gumuk
pasir barchan umumnya antara 5 – 15 meter. Gumuk pasir ini merupakan
perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa
tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap
angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang
membelakangi angin.
1.
Gumuk Pasir Melintang (transverse dune)
Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang
dan banyak cadangan pasirnya.Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan
tegak lurus terhadap arah angin. Awalnya, gumuk pasir ini mungkin hanya
beberapa saja, kemudian karena proses eolin yang terus menerus maka
terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni. Gumuk pasir ini akan
berkembang menjadi bulan sabit apabila pasokan pasirnya berkurang.
2. Gumuk Pasir
Parabolik
Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan
akan tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya
berhadapan dengan datangnya angin.Awalnya, mungkin gumuk pasir ini berbentuk
sebuah bukit dan melintang, tetapi karena pasokan pasirnya berkurang maka gumuk
pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang
menghadap ke arah angin curam.
3. Gumuk Pasir
Memanjang (linear dune)
Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang
berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut
searah dengan gerakan angin.Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah
angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah
yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan
memanjang.
4. Gumuk Pasir
Bintang (star dune)
Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai
hasil kerja angin dengan berbagai arah yang bertumbukan. Bentukan awalnya
merupakan sebuah bukit dan disekelilingnya berbentuk dataran, sehingga proses
eolin pertama kali akan terfokuskan pada bukit ini dengan tenaga angin yang
datang dari berbagai sudut sehingga akan terbentuk bentuklahan baru seperti
bintang. Bentuk seperti ini akan hilang setelah terbentuknya bentukan baru
disekitarnya.
5. Tipe
Impedeed Dunes
a) Blowout
Bentuk : Terdapat penutup lahan (misal : vegetasi) disekitar cekungan.
Terbentuk karena deflasi local.
b) Echo dunes
b) Bagian tepi
yang memanjang, terpisah dari topografi penghalang.Proses pembentukan :
akumulasi pada zone perputaran aliran angin karena zone penghalang.
Aspek
spatial (keruangan) Gumuk Pasir Parangtritis
Seperti telah
kita ketahui sebelumnya, bahwa gumuk pasir atau sand dune adalah bentukan yang
terbentuk oleh akitivitas angin (eolin). Angin yang membawa pasir dan kemudian
mengendapkannya akan membentuk berbagai macam tipe bentuk gumuk pasir. Pada
umumnya, gumuk pasir terbentuk pada daerah gurun, namun uniknya di Indonesia
yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki bentukan gumuk
pasir tersebut.Oleh karena itu, gumuk pasir yang terdapat di pantai selatan
Jawa tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Terbentuknya gumuk pasir di
pantai selatan tersebut merupakan hasil proses yang dipengaruhi oleh angin,
Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Progo.
Pengaruh dari Gunung Merapi
Material yang
ada pada gumuk pasir di pantai selatan Jawa berasal dari Gunung Api Merapi dan
gunung gunung api aktif lain yang ada di sekitarnya. Material berupa pasir dan
material piroklastik lain yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Akibat proses
erosi dan gerak massa bautan, material kemudian terbawa oleh aliran sungai,
misalnya pada Kali Krasak, Kali Gendol, dan Kali Suci. Aliran sungai
kemudian mengalirkan material tersebut hingga ke pantai selatan.
Pengaruh angin
Kekuatan
angin sangat berpengaruh terhadap pembentukan gumuk pasir, karena kekuatan
angin menentukan kemampuannya untuk membawa material yang berupa pasir baik
melalui menggelinding (rolling), merayap, melompat, maupun terbang. Karena
adanya material pasir dalam jumlah banyak serta kekuatan angin yang besar, maka
pasir akan membentuk berbagai tipe gumuk pasir, baik free dunes maupun impended
dunes. .Pada pantai selatan jawa, angin bertiup dari arah tenggara, hal ini
menyebabkan sungai-sungai pada pantai selatan membelok ke arah kiri jika
dilihat dari Samudra Hindia.Selain itu, karena arah tiupan angin tersebut, maka
gumuk pasir yang terbentuk menghadap ke arah datangnya angin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar